Seminar Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum yang diselenggarakan oleh Universitas Jayabaya

Seminar Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum yang diselenggarakan oleh Universitas Jayabaya

BACA BERITA, Jakarta- Program pascasarjana magister ilmu hukum Universitas Jayabaya menyelenggarakan seminar nasional menyoal dwi kewarganegaraan di ballroom Bidadari, Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu 15 Oktober 2016.

Ketua panitia pelaksana seminar nasional, Untung Sangaji menuturkan, bahwa kegiatan seminar nasional tersebut, merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh program pascasarjana Universitas Jayabaya. Dia menyebut seminar yang dihadiri oleh sekitar dua ratus lima puluh peserta,  sebagai bentuk kajian secara konstruktif dalam ilmu hukum.

“Seminar Nasional ini merupakan agenda Universitas Jayabaya yang rutin dilaksanakan,” kata Untung Sangaji di lokasi Seminar, Hotel Mercure,  Ancol, Jakarta Utara, Sabtu 15 Oktober 2016.

Seminar nasional dengan tema ‘implikasi hukum pemberian kewarganegaraan ganda di Indonesia’ itu dikemas dalam pembahasan yang cukup menarik dengan dipandu oleh moderator yang juga merupakan ketua program studi magister ilmu hukum Universitas Jayabaya, Dr. Hasbi Hasan, SH, MH.

Pembahasan menyoal dwi kewarganegaraan ini dibahas cukup lugas dan mendalam dengan narasumber yang kompeten di bidang Ilmu Hukum. Sebut saja mantan ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. Bagir Manan, SH, MCL, pakar hukum Internasional Hazairin Pohan, SH, MA. P.hD dan pakar hukum tata negara, Susi Dwi Harijanti, P.hD dari Universitas Padjajaran (Unpad).

“Seminar nasional ini di adakan sebagai salah satu rangkaian dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penilitian dan pengabdian,” ucapnya.

Seminar nasional ini juga dihadiri langsung oleh Direktur Pascasarjana Universitas Jayabaya, Letnan Jendral (Purn) Prof. Dr. Syarifudin Tippe, S.IP, M.Si, dan juga Dosen dan karyawan program magister ilmu hukum Universitas Jayabaya serta mahasiswa Magister ilmu hukum Jayabaya, terutama angkatan 2015.

Seminar nasional dengan topik itu disambut baik oleh mahasiswa magister ilmu hukum Universitas Jayabaya. Sebab, tema menyoal kewarganegaraan bagus untuk menjawab terkait perdebatan dengan dwi kewarganegaraan dan juga rencana pemerintah untuk merevisi Undang-undang nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan.

“Seminar ini sangat bagus karena menjawab perdebatan yang berlarut-larut terkait dengan dwi kewarganegaraan dan agenda rencana revisi Undang-undang nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaran” ujar salah satu mahasiswa semester akhir jurusan Hukum Tata Negara S2 Universitas Jayabaya, Indra Eka Putra.

Share.

Leave A Reply

CAPTCHA Image

*